← Kembali ke Antologi 15 Mei 2026

Secangkir Kopi dan Kepergian

1 menit baca 18× dibaca
Ukuran Teks

Asapnya mengepul lambat di udara dingin,
membawa aroma ingatan tentang langkah kakimu yang menjauh.
Secangkir kopi hitam di meja ini,
menjadi saksi bisu akhir dari sebuah cerita.

Rasa pahitnya menetap di lidah,
sama seperti kenyataan yang harus kuterima.
Bahwa ada orang yang ditakdirkan singgah,
namun tidak untuk menetap selamanya.

Biarlah kopi ini dingin bersama waktu,
sebagaimana hatiku yang perlahan belajar merelakanmu.
Selamat jalan,
pelajaran terbaik di hidupku.

1 Kesan dari Pembaca

Tinggalkan Kesan

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Tinggalkan jejak rasamu di sini.