Secangkir Kopi dan Kepergian
1 menit baca 18× dibaca
Ukuran Teks
Asapnya mengepul lambat di udara dingin,
membawa aroma ingatan tentang langkah kakimu yang menjauh.
Secangkir kopi hitam di meja ini,
menjadi saksi bisu akhir dari sebuah cerita.
Rasa pahitnya menetap di lidah,
sama seperti kenyataan yang harus kuterima.
Bahwa ada orang yang ditakdirkan singgah,
namun tidak untuk menetap selamanya.
Biarlah kopi ini dingin bersama waktu,
sebagaimana hatiku yang perlahan belajar merelakanmu.
Selamat jalan,
pelajaran terbaik di hidupku.
Asapnya mengepul pul pul pul seperti kretek sehat tentrem